gallery/venusrentcar

TUGU ANYER PANARUKAN DI PANARUKAN

TUGU ANYER PANARUKAN


Terletak Di desa Wringin anom, kecamatan panarukan, kabupaten Situbondo. sejarah berdirinya tugu anyer panarukan ini diawali dengan pembuatan jalan antara Anyer Panarukan. Di tugu ini merupakan titik 1000 km

Tugu Anyer Panarukan dirancang oleh Gubernur Jenderal Daendels untuk mempertahankan tanah Jawa agar tidak jatuh ketangan inggris dan memperbaiki Administrasi di tanah jawa. Raja di negara belanda saat itu Louis Napoleon. Daendels memerintah di tanah jawa ini antara tahun 1808 dan 1811. Pembuatan jalan ini banyak makan korban rakyat Indonesia karena yang bekerja adalah rakyat indonesia dengan memberi makan yang tidak layak. Stelah banyak yang mati, daendels bukannya menghentikan pembuatan jalan malah menembak mati yang kerjanya tidak rajin. Inilah yang dinamakan kerja Rodi pada penjajahan belanda. Diperkirakan yang meninggal akibat kerja Rodi sekitar 15 000 orang tanpa dikubur secara layak.
 
Mengapa banyak pohon Asam sepanjang jalan pantura? karena atas perintah Daendels menanam pohon asam untuk menjaga jalan pantura agar tetap terjaga. Jadi pohon asam itu ada memang sejak jaman belanda. Pada waktu itu jarang sekali yang lewat sehingga jalan ditempati banyak binatang seperti monyet, kancil bahkan binatang buas seperti macan. Namun waktu berubah, kendaraan mulai ramai dan kita tidak dapat melihat binatang seperti dulu apalagi sekarang sangat padat kendaraan. Pada jaman belanda, di jalan pantura ada pos pos militer belanda untuk pertahanan militer belanda karena jalan ini untuk menunjang transportasi antar kekresidenan guna mempermudah hubungan mereka dalam mempekerjakan rakyat pada pertanian atau kerja paksa pertanian yang mereka sebut Cultuur Stelsel. Pembuatan jalan Anyer Panarukan bukan dibuat secara normal tapi dengan kerja paksa (Rodi) dan bukan hanya kucuran keringat tapi kucuran darah bahkan 15 000 nyawa melayang dengan tragis karena kelaparan, terserang penyakit, terutama malaria. Yang sakit bukan diobati tapi diberi pil kaliber 6-8 mm, Daendels memang sangat kejam. Mari kita berdoa sejenak untuk pahlawan pantura kita. Jangan lupa bekerja yang rajin demi kemajuan negara tercinta ini agar perjuangan mereka tidak sia sia.

Untuk lebih lengkapnya tentang sejarah Anyer Panarukan, bisa baca di PERPUSTAKAAN HALWANY